Home > Daerah > Petani Muda Penentu Masa Depan Pertanian Indonesia

Petani Muda Penentu Masa Depan Pertanian Indonesia

Sorotdaerah.com – Ikon Petani Muda, Apni Olivia Naibaho (37) getol membumikan gerakan bertani organik. Ia membidik kalangan millenials sebagai target edukasi, demi menularkan “virus” bertani.

Demi mewujudkan rencananya itu, ia tak pun memanfaatkan momentum libur sekolah untuk berbagi ilmu dengan anak-anak. Komunitas Rumah Zarfat menjadi target pertamanya. Rumah Zarfat berada di Desa Silampuyangan, Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun. “Kita ini generasi tua. Sebentar lagi kadaluarsa. Tetapi anak millenials ini masih panjang jalannya. Merekalah kelak menentukan masa depan pertanian kita. Karena itu harus kita edukasi,” ungkap Apni, Peraih nominasi “Young Farmers on Top”, sebuah penghargaan bergengsi, sebagai petani berdedikasi dalam ajang Duta Petani Muda 2016 di Jakarta itu.

Apni bahagia saat mengunjungi Rumah Zarfat, pada Jumat (5/7) pagi. Ia disambut hangat oleh anak-anak muda ini. Petrus (17), salah satu anggota komunitas, amat tertarik dengan penjelasan dan pelatihan dari Apni. Petrus semakin termotivasi untuk menggeluti dunia bertani organik. Usai menyerap ilmu dari Apni, ia lekas mencobanya. Semangatnya membuncah di dada. “Saya suka dengan dengan metode pertanian yang diajarkan kak Apni. Mudah, menarik dan bermanfaat,” kata Petrus.

Tak kalah semangat, Ester pun segera mencoba ajaran dari Apni. Ia langsung mengujicobakan cara membuat bahan penumbuh daun. Tangannya cekatan mengaduk campuran ampas ikan dengan gula merah. Walau baunya sangat menyengat, Ester seperti tidak terganggu. Semangatnya mengalahkan aroma bau. Komposisi itu kemudian difermentasikannya selama 10 hari untuk menghasilkan nitrogen. “Fungsinya untuk pertumbuhan daun,” terang Apni.

Beberapa anak lainya secara berkelompok mengerjakan bagian lain. Ada pula komposisi cangkang telur dan air kelapa. Nantinya ini akan menghasilkan TSP yang gunanya pada tumbuhan untuk membantu pertumbuhan batang. Kelompok lainnya meracik serabut kelapa dengan air untuk menghasilkan KCL yang berfaedah untuk akar dan batang.

Di lahan seluas 10×20 meter persegi yang disediakan Rumah Zarfat itu, rencanya akan ditanami sayuran berupa sawi, bayam hijau, pakcoy dan kangkung. “Saya akan dampingi mereka sampai panen. Setidaknya enam bulan ke depan saya ke sini mendamping,” janji Apni.

Semua anak-anak Rumah Zarfat ini tertantang sekali dengan pertanian organik. Mereka mengerjakan semua yang dianjurkan sang mentor, Apni Naibaho. “Ini benar-benar pengalaman baru dan sangat berharga bagi kami,” ungkap Petrus memberi testimoni.

Pengasuh Rumah Zarfat Netty Sihombing (33) mengapresiasi semangat dan keiklasan Apni berbagi kepada anak-anak muda. Menurutnya, sosok seperti Apni ini, yang kaya ilmu dan pengalaman sangat dibutuhkan anak-anak millenials. Ketika anak-anak masih mencari jati dirinya, menggali passionnya, bertemu sosok inspiratif dengan kekayaan keterampilan dan keluwesan cakrawala berpikir sepasti Apni, serupa role model yang aman menentukan. “Apa yang dibagikan Apni buat anak-anak disini sungguh bermanfaat. Anak-anak ini seperti menemukan diri mereka,” pungkasnya. (Jo)

You may also like
Apni Naibaho, Petani Asal Siantar Getol Kampanyekan Konsumsi Sayur Organik
Petani Milenial Apni Naibaho Mewakili Indonesia di ASEAN-Japan Women Entrepreneurs
Bumikan Sayur Organik, Apni Gencar Ikut Pameran
Siantar Sehat Latih Petani Bertani Organik
Produk Sayur Organik Potensial Dikembangkan 

Leave a Reply