Sensasi Berkemah Di Puncak Gunung Sibayak

Sumut kaya destinasi wisata, baik itu danau, hotspring, air terjun, rafting, hutan mangrove, kebun sayur, maupun gunung. Salah satu gunung yang paling digemari pendaki adalah Gunung Sibayak.

Gunung berketinggian sekitar 2200 meter di atas permukaan laut ini berada di Kabupaten Tanah Karo. Ia termasuk jenis stratovolcano atau gunung berapi aktif, namun aman untuk didaki. Gunung ini terakhir meletus pada 1881.

Banyak anak muda senang mengunjungi puncak Sibayak. Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia selalu dirayakan di sini setiap tahun. Anak muda mendaki demi menancapkan bendera di puncak Sibayak. Komunitas-komunitas muda membangun jejaring backpacker dan saling mengajak lebih banyak orang untuk mengunjungi gunung ini

Beberapa testimoni pendaki menyebut, lelah dan penat mendaki segera terbayarkan oleh indahnya pemandangan alam yang terhampar di kaki Sibayak dilihat dari puncak. Selain keindahan pemandangan, lokasi ini juga bisa dimanfaatkan untuk berkemah.

Namun, selama berkemah, dianjurkan agar para pendaki tetap menjaga kebersihan lingkungan. Tidak membuang sampah atau mengotori sekitar kawah. Sampah hasil berkemah sebaiknya dikumpulkan lalu dibawa turun. Sesama pendaki biasanya saling mengingatkan untuk bersikap ramah terhadap lingkungan. Itulah sebabnya, mendaki puncak Sibayak selalu mengesankan.

Seorang pendaki berdiri di sekitar kawah puncak Sinabung saat suasana awal sunrise.

Jika berkunjung dari Kota Medan, Anda harus menempuh perjalanan sekitar 2 hingga 3 jam agar sampai di kaki Sibayak. Ada tiga alternatif pilihan kendaraan ke sini. Pertama, menggunakan angkutan umum. Stasiun bus angkutan umum tersedia banyak di Simpang Pos Medan, di Jalan Jamin Ginting.

Pilihannya berupa Bus Sinabung Jaya, Borneo, Murni, Sumatera Transport (Sutra). Tarifnya sekitar Rp 10 ribu hingga 20 ribu. Bus akan berhenti dan menurunkan penumpang di kota Berastagi. Dari Berastagi, Anda harus melanjutkan perjalanan ke kaki gunung Sibayak dengan menggunakan angkot KAMA.  Tarifnya juga Rp 10 ribu.

Kedua, mobil pribadi. Lebih enak dan nyaman naik bobil pribadi. Selain bisa mengatur ritme perjalanan, mobiljuga dapat dibawa naik hingga ke lokasi pos pertama Gunung Sibayak. Mobil diparkir dan dititipkan di satu-satunya warung yang ada di pos pertama. Biaya parkir sekitar 20-30 ribu rupiah. Dari pos ini, kita harus berjalan menuju kaki gunung Sibayak.

Ketiga, sepeda motor. Rata-rata anak muda lebih doyan berkendara naik motor dari Medan hingga ke kaki gunung Sibayak. Mobilitasnya lebih tinggi. Di kaki gunung berseliweran warung tenda biru yang dibangun warga. Warung-warung itu menjual berbagai minuman penghangat dan mi instan. Sepeda motor bisa dititipkan di setiap parkiran yang ada, tarif parkirnya dimulai dari Rp 15-20 ribu per sepeda motor. Dari lokasi warung ini, kita harus melanjutkan trekking selama 45 menit hingga 1 jam ke puncak Sibayak.

Gunung Sibayak tampak gagak dilihat dari puncak Gunung Sibayak, Tanah Karo, Sumut.

Bagi pemula, Jalur Bambu merupakan jalur trekking yang cocok sekali. Untuk mencapai jalur bambu ini, Anda harus melintasi jalur wisata terlebih dahulu dengan menggunakan angkot hingga sampai ke pemandian air panas (hotspring) Debuk-debuk. Jalur bambu menghabiskan waktu 4 jam perjalanan menanjak dan melelahkan.

Selain jalur bambu, Anda juga bisa menadaki via jalur 54. Jalur ini jauh lebih panjang dan lebih ektrim ketimbang jalur bambu. Jika Anda penyuka tantangan, jalur ini boleh dicoba. Jalur ini terbuka di pinggir jalan dekat tempat wisata Penatapan. Kamu bisa membawa kendaraan pribadi lalu dititipkan di lahan parkir milik warung-warung yang berjajar di sepanjang wilayah penatapan. Perjalanan via jalur 54 membutuhkan waktu tempuh 5 jam.

Happy Camping

Harus diakui, medan pendakian ke puncak gunung Sibayak tidaklah begitu sulit. Pendakian bisa dilakukan dalam satu hari dan berkemah beberapa malam di sana. Tenda-tenda kemah didirikan di sekitar kawah gunung Sibayak. Tetapi, selalu perhatikan cuaca dan alam. Kewaspadaan amat diperlukan. Selamat mencoba. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Releated

Bishop GMI Imbau Jemaat Jadi Garda Terdepan Putus Rantai Covid-19

  Bishop Gereja Methodist Indonesia (GMI) mengimbau jemaatnya menjadi garda terdepan dalam memutus rantai Covid-19. Menurutnya sebagai orang yang percaya kepada Tuhan harus mengasihi sesama dengan bukti yang nyata. “ Warga Methodist harus mematuhi protokol yang ditetapkan oleh pemerintah,” kata Bishop GMI Kristi Wilson Sinurat,S.Th.,M.Pd dalam seminar virtual bertajuk ” Iman Kristen di Masa Pandemi […]

Pemulung yang Idap Kanker Payudara Dirawat Di RS Bhayangkara

Sorotdaerah.com – Berita tentang pemulung bernama Maria Marlina Manurung (45), ibu dua anak, warga Sempakata, Medan yang menderita kanker payudara stadium empat, sampai ke telinga Kapolda Sumut. Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin segera memberi atensi. Esok harinya, tim dokter dari Rumah Sakit Bhayangkara Medan menjemput Marlina dari kediamannya. Marlina diboyong ke rumah sakit dengan mobil […]