Home > Kolom > Te Es

“Jenderal, ada kabar baru,” kata Jono memecah kebuntuan hari itu.

Nagabonar menyahut, “Apalagi itu? Semua kabar kau bilang baru. Nanti kabar basi pulak biasanya kau bawa”.

Jono kecut sejenak. Tapi ia melanjutkan. “Itu, relawan-relawan calon Gubernur semakin seru. Mereka kompak-kompak”.

“Sekarang aja nya itu,” sahut Nagabonar.

Jono heran, “Maksudnya?”

Nagabonar menepuk pundak Jono, “Jono, Jono. Banyak relawan tak ikhlas sebenarnya. Namanya saja pakai yang “rela”. Tapi kau tengok, justru mereka yang menyebut dirinya relawan itu duitnya tak rela, kerja keras pun tak rela. Malah, ngarapin duit dari calon, mau dapat keuntungan saja”.

Jono membalas, “Tapi kan tak semua relawan seperti itu Jenderal”.

“Ia,” jawab Nagabonar. “Tapi perhatikanlah, relawan-relawan ini, yang menyebut dirinya tim sukses alis te es. Nanti habis Pilgub, sesudah calon mereka menang, maka merekalah yang kemudian menjadi penuntut nomor satu. Kau tengok di Jakarta sana. Pas calonnya menang, relawan-relawan ini paling besar bicaranya. Sikit-sikit mengatasnamakan Gubernur. Ngancam-ngancam masyarakat. Lalu pas bicara sama Gubernur, sikit-sikit mengatasnamakan masyarakat. Oalaaaaaah…. Itulah relawan abal-abal Jono. Banyak orang kek gitu sekarang.”

Jono terdiam,”Ia juga ya”.

Nagabonar mengejek, “Jadi ini yang kau bilang kabar baru? Hahahaahaah. Basi itu Jono, basi. Sudah susah sekarang mencari relawan berhati murni. Kau peganglah cakapku itu.”

Penulis: Nagabonar

You may also like
Jelang Pemilu 2019, Partai Golkar Rapat Kordinasi Pembentukan dan Penguatan Pokkar
KPU Siantar Tertibkan Alat Peraga Kampanye
Menjadi Gubsu, Djarot Sihar Pelayan Rakyat
Menuju Birokrasi Sumut Berparadigma 4.0
Sehari 66 sampai 70 Nyawa Melayang di Jalanan
Kapolrestabes Medan Bersama Organisasi Kepemudaan Deklarasi Pilgubsu Damai

Leave a Reply