Home > Features > Benarkah Jonatan Christie Berprestasi Karena Bakat?

Benarkah Jonatan Christie Berprestasi Karena Bakat?

Sorotdaerah.com -Jonatan Christie alias Jojo menyabet medali emas dalam Asian Games 2018. Ia mengalahkan tiga tunggal putra pebulu tangkis 10 besar dunia.

Atas kehebatannya itu, lantas situs media daring nasional “BOLA” mendaulat Jojo sebagai orang “berbakat”. [1]

Pemilihan diksi ini seakan menihilkan kerja keras dan usaha Jojo. Bakat seperti menjadi jawaban atas 12 tahun masa paceklik medali emas di tanah air. Pertanyaannya, apakah kita kekurangan orang-orang muda yang berbakat? Tidak!

Bakat bukanlah jawaban satu-satunya. Sebab kita punya banyak aset berupa insan-insan berbakat. Tetapi bakat tidak otomatis memberi kemenangan dalam berbagai pertandingan.

Jika kita mau sedikit berjerih lelah mengubek-ubek tumpukan informasi di internet, ada sejumlah situs yang menulis secara jernih soal profil Jojo.

Situs detik.sport menulis, sejak umur enam tahun Jojo berlatih keras bermain bulu tangkis. Ayahnya bagai gosokan bolak-balik dari rumahnya Bidara Cina, Jatinegara ke Kebon Jeruk, Jakarta tempat berlatihnya di PB Tangkas. Jojo duduk manis dibonceng ayahnya naik motor bebek saat antar jemput latihan. [2]

Jojo juga nekat “menginap” di rumah neneknya dekat PB Tangkas demi menyamankan dirinya agar fokus berlatih. Demi menempa dirinya sebagai atlet hebat, ia rela terpisah selama 12 tahun dari ibunya. “Hanya Sabtu-Minggu saya pulang menjenguk ibu,” katanya. [3]

Apa yang ditempuh Jojo tentulah sebuah usaha besar disertai komitmen tinggi dan konsekuensi yang tak ringan. Ia harus “meninggalkan” ibunya demi mempersiapkan dirinya agar kelak mengharumkan nama bangsa. Adakah bakat menjadi “kata sakti” dilontarkannya? Tidak!

Disiplin dan latihan keras selama bertahun-tahun itulah rahasianya. Tentu, kita tak menampik Jojo berbakat. Tetapi bakat bukanlah alasan kuat bagaimana ia bisa mengalahkan para pebulu tangkis peringkat 10 besar dunia seperti Shi Yuqi (China), Kenta Nishimoto (Jepang) dan Chou Tienchen (Taiwan).

Masih, situs detik.sport menegaskan, sejak Jojo ikut klub bulu tangkis, fokus mengikuti ekstrakurikuler bulu tangkis, rajin berkompetisi sehingga pada usia 11 tahun, ia menggondol tujuh trofy kemenangan pada kejuaara tingkat DKI, nasional, dan internasional. Bahkan ia meraih medali emas pada ajang Olimpiade Pelajar Sekolah Dasar se-Asia Tenggara, Jakarta, 2008

Saking kerasnya berlatih, ia juga meraih Juara Junior Asia U-15 Ichiba, Jepang, pada 2010. Disusul meraih jawara pada ajang International Challenge 2013 pada usia 15 tahun.

Aries Susanti Rahayu, Puji Lestari, dan Rajiah Sallsabillah, [4] tim putri panjat dinding Indonesia juga menepis “bakat” sebagai jawaban mutlak atas prestasi gemilang mereka. Dalam satu sesi interviu di televisi, seorang jurnalis bertanya, “Mbak gimana sih caranya kok bisa kalian meraih emas?”

Puji Lestasi menjawab: disiplin dan latihan keras selama bertahun-tahun. “Prosesnya panjang. Mulai kecil. Enggak setahun dua tahun. Ada yang (latihan) lima belas tahun. Ada yang dua puluh tahun. Panjang,” timpal Susanti Rahayu.

Jawaban atlet putri ini jelasĀ make sense! Jika mereka meraih medali emas, itu bukanlah proses dalam satu dua malam. Tetapi ada proses panjang di belakangnya. Ada disiplin dan kerja keras yang mereka jalani. Ada penggemblengan yang menyakitkan mereka lalui. Ada banyak waktu yang mereka habiskan untuk membajakan mentalnya sebagai pemenang. Tidak ada kata bakat keluar dari mulut mereka.

Kita sebaiknya melihat jauh sebelum hari ini, bagaimana Jojo atau Puji, dkk dan atlet lainnya berproses panjang. Mereka menginvestasikan waktu, daya dan nalarnya untuk mengasah kemampuan, menjajal berbagai kompetisi. Lalu, lihatlah mereka 15 tahun lalu, 20 tahun yang lampau. Apa saja yang telah mereka kerjakan.

Prestasi hari ini adalah bagian dari garis panjang kiprah mereka di masa lalu. Jadi, sangat tidak tepat, jika kita menihilkan segala usaha, jerih lelah, waktu-waktu latihan yang diinvestasikan Jojo sejak kecil hanya dengan sebuah kata ajaib: BAKAT. (Redaksi)

Sumber Bacaan:
[1] https://www.bola.com/photo/read/2388412/jonatan-christie-juara-nasional-yang-muda-berbakat-dan-ganteng
[2] https://m.detik.com/sport/raket/4196806/jonatan-christie-dan-kesetiaan-motor-bebek-ayah
[3] https://www.viva.co.id/siapa/read/529-jonatan-christie
[4] https://m.cnnindonesia.com/olahraga/20180827201020-178-325326/panjat-dinding-2-emas-indonesia-raih-22-emas-di-asian-games

You may also like
Jojo Angkat Martabat Bangsa ke Level Tertinggi
Sambut Akhir Tahun, PB Anor Gelar Turnamen

Leave a Reply