Home > Olah Raga > Menjawab Tantangan Guru Era Digital

Menjawab Tantangan Guru Era Digital

Sorotdaerah.com – Tantangan guru di era revolusi industri 4.0 semakin besar. Revolusi pendidikan 4.0 harus berorientasi pada pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran dengan sistem siber. Guru memiliki tanggung jawab yang lebih besar dalam mendidik murid dan harus mampu menguasai dan memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran, khususnya bidang olahraga.

Pembelajaran olahraga harus bisa berkolaborasi dengan kemajuan teknologi saat ini. Jika guru olahraga tidak dapat memanfaatkan teknologi dan sistem informasi, lambat laun akan tertinggal dan tergantikan. Demikian dikatakan Dr. Syamsul Gultom, M.Kes Wakil Dekan II FIK Unimed pada acara Peluncuran Buku “Guru Olahraga di Era 4.0” dan Seminar Literasi Nasional, di Unimed, Jumat (26/4).

Peluncuran Buku “Guru Olahraga di Era 4.0” yang ditulis oleh Abdul Latif Rusdi, S.Pd. mendapat antusias luar biasa dari guru-guru olahraga dan para peserta seminar yang hadir pada kesempatan tersebut. Sang penulis yang merupakan Guru Olahraga SMP Negeri 39 Medan ini pun berharap agar para guru dapat mengikuti jejaknya, tidak hanya mengajar tetapi juga bisa menulis dan berkarya.

Dengan menulis buku, guru dapat mengasah ketajaman berpikir, meningkatkan literasi membaca dan menulis, berbagi pengalaman dan berinovasi dalam melakukan pembelajaran. Hal ini tentunya akan berdampak positif bagi perkembangan dan kemajuan pendidikan di Indonesia.

Buku yang ditulisnya merupakan buah dari pengalaman belajarnya di Universitas Negeri Medan. Ia merupakan alumni FIK tahun 2000 dan saat ini berstatus mahasiswa di Pascasarjana Unimed. Kurikulum perkuliahan di Unimed menggunakan KKNI ini menjadi ispirasinya dalam menjawab tantangan guru di era 4.0.

Abdul Latif menjelaskan dalam menghadapi era revolusi industri 4.0, guru olahraga harus mampu mengambil peran dan tidak boleh kalah dengan kemajuan teknologi yang saat ini semakin pesat. Jangan sampai tertinggal dan tidak memahami perubahan zaman. Guru harus dapat mengayomi siswa milenial dengan hasrat dan kemauannya secepat perubahan teknologi. Guru juga harus mampu menciptakan karya, kreativitas dan inovasi. Mulai dari modul belajar, ketersediaan buku keolahragaan, media pembelajaran, model pembelajaran dan pengaplikasiannya sesuai dengan kebutuhan siswa saat ini.

Acara peluncuran buku yang juga diisi dengan Seminar Literasi Nasional yang bertemakan “Menulis Buku Itu Mudah” dilaksanakan dalam rangka memperingati hari buku sedunia. Ratusan guru dan undangan turut mengikuti materi dari Wakil Dekan II FIK Dr. Syamsul Gultom, M.Kes, CEO Media Guru Indonesia M. Ihsan., CEO Allco Pomade Juan Utama Batubara, dan CEO Mataniari Publisher Teddy Wahyudi Pasaribu. (Red)

You may also like
Tingkatkan Mutu Sekolah, GNI Latih 34 Guru Terapkan PAKEM
PTT Simalungun Lanjutkan Perjuangan
Kemenristekdikti Tegaskan Kewajiban Guru Fasilitasi Belajar Aktif
Membangun Literasi Olahraga Nasional
Menuju Birokrasi Sumut Berparadigma 4.0
Jaga Kebugaran Personel, Kapoldasu Ajak Pejabat Utama dan Polrestabes Olahraga

Leave a Reply