Home > Opini > Kehormatan Presiden

Kehormatan Presiden

Oleh Sutrisno Pangaribuan*

SELAMA periode pertama, Presiden Joko Widodo telah melakukan berbagai tindakan yang membuat lembaga kepresidenan sangat dekat dengan rakyat. Beliau melepas “kesakralan” dengan minum kopi di warkop, makan nasi di warteg, ke sawah, ke pasar, ke mall, ke berbagai tempat rakyat.

Jokowi mengubah pandangan publik terhadap ‘the real president”. Beberapa kali kita saksikan beliau berswafoto dengan masyarakat, menjadi juru photo menggunakan ponsel masyarakat.

Pemilu Presiden sudah kita laksanakan 17 April 2019, dan hari itu juga quick count telah merilis hasil dengan kemenangan 55 persen. Akan tetapi Jokowi justru menghimbau agar kita menghormati proses rekapitulasi penghitungan suara di KPU RI.

Jokowi mengucapkan terimakasih kepada seluruh rakyat Indonesia, dan kepada KPU RI, BAWASLU RI, DKPP RI, TNI, POLRI dan semua pihak yang berpartisipasi dalam Pemilu 2019 yang berlangsung aman, damai, dan tertib. Jokowi sama sekali tidak mengadakan deklarasi kemenangan, beliau justru mengajak agar kita kembali bersatu sebagai anak bangsa.

Belakangan ini, beredar di media sosial parodi lakon presiden, ada juga yang menyebutnya plesiden. Satu orang bertindak sebagai presiden, lalu kemudian beberapa orang menghampiri presiden dengan berbaris dan memberi hormat: “siap presiden”. Parodi serupa telah menyita perhatian publik, dan viral di media sosial.

Selama Joko Widodo menjabat sebagai Presiden RI VII, kita belum pernah menyaksikan video seperti itu dimanapun, sementara beliau merupakan Presiden yang sah, sesuai konstitusi. Berdasarkan quick count, dan real count KPU RI, Joko Widodo memimpin perolehan suara sebagai Capres, maka beliau juga akan menjadi Presiden untuk periode kedua.

Oleh karena itu, kami menghimbau kepada masyarakat agar melakukan parodi selain “siap presiden”. Mari kita menghormati lembaga kepresidenan, sesuai konstitusi. Mari kita meneladani sikap Jokowi yang tetap tenang, dan kembali bekerja. Kita membutuhkan gerakan bersama untuk keutuhan bangsa ini. Pemilihan Presiden sudah usai, dan tinggal rekapitulasi berjenjang, hingga penetapan hasil.

Saatnya kita kembali bersatu untuk Indonesia Raya, kita bersaudara dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Pesta demokrasi telah usai, kita bersama melangkah demi kemajuan Indonesia. Kita benahi yang kurang, kita bersihkan yang kotor, sehingga kita akan menjadi bangsa yang kuat.

 

Sutrisno Pangaribuan, ST
Juru Bicara TKD Joko Widodo Ma’ruf Amin Provinsi Sumatera Utara.

You may also like
Ibu Negara Iriana Jokowi Bermain dan Menari Bersama Anak-anak PAUD
Dari Laguboti, Ibu Negara Iriana Jokowi Bertolak ke Samosir
Percepat Pembangunan Bandara Bukit Malintang, Masuk Proyek Strategis Nasional
DPRD Sumut Minta Presiden Tetapkan Erupsi Gunung Sinabung Menjadi Status Bencana Nasional
KNP Apresiasi PDIP Usung Jokowi Capres 2019
Pilgubsu 2018 dan Korupsi Kepala Daerah

Leave a Reply