Home > Opini > Melawan Upaya Delegitimasi Pemilu

Melawan Upaya Delegitimasi Pemilu

Oleh Sutrisno Pangaribuan*

SEJAK ditetapkan sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden RI, Jokowi selalu mengimbau kepada seluruh relawan, simpatisan, partai pengusung, partai pendukung, bahkan seluruh rakyat Indonesia agar mengikuti Pemilu 2019 dengan kegembiraan. Kita berjuang, merebut suara rakyat dengan cinta kasih, tanpa paksaan, maupun intimidasi. Kita tidak pernah berpikir menggunakan cara- cara kotor, curang, dan tindakan melawan hukum. Kita hanya mengajak memilih orang baik, sebab kita yakin bahwa Paslon 01, keduanya orang baik.

Setelah hasil quick count (hitung cepat) diumumkan, dan Paslon 01 dinyatakan memeroleh suara sekitar 55 persen, Paslon 01 pun tidak langsung mengadakan deklarasi, maupun pesta kemenangan. Joko Widodo menyampaikan terima kasih atas berjalannya Pemilu 2019 secara damai, dan mengajak semua pihak agar bersabar menunggu pengumuman resmi KPU RI. Kita semua kembali bersatu, rukun, aman, dan damai, sebagai saudara sesama anak bangsa. Tidak ada sedikitpun pesan Jokowi yang provokatif, semua diarahkan demi kebaikan bangsa.

Komitmen untuk menjaga keutuhan NKRI membuat Paslon 01 dan seluruh pendukung tetap diam, sabar, tenang menunggu pengumuman resmi KPU RI. Akan tetapi ada pihak- pihak yang mulai membangun opini bahwa Pemilu 2019 yang menurut quick count memenangkan Paslon 01 sekitar 55%, curang. Mereka mulai membangun opini provokatif, menyesatkan, setelah melihat hasil quick count.

Hal ini tidak dapat dibiarkan. Ini merupakan opini menyesatkan, fitnah, hoax dan upaya makar. Apalagi jika dikaitkan dengan pemerintahan Joko Widodo. Seluruh lembaga penyelenggara Pemilu itu independen dan mandiri. Bahkan komisioner KPU, Bawaslu, DKPP pun dipilih oleh DPR RI. Maka tidak ada intervensi dari pihak manapun. Karena itu, kita yang sedang menunggu rekapitulasi berjenjang dari TPS, PPK, KPU Kabupaten/ Kota, KPU Provinsi, hingga KPU RI jangan diusik, diganggu dengan opini menyesatkan dan tawaran makar, melakukan pemilu ulang.

Kita meminta KPU RI tetap fokus pada rekapitulasi perhitungan suara berjenjang. Jangan terganggu dengan opini menyesatkan yang sengaja dibangun untuk mendelegitimasi Pemilu 2019. Namun tim hukum KPU RI juga sudah harus mulai mengumpulkan tuduhan, fitnah, hoax yang dialamatkan kepada KPU RI.

Kepada seluruh rakyat Indonesia, kita tetap tenang hingga pengumuman KPU RI. Kepada seluruh pendukung, relawan, mari kita kawal rekapitulasi perhitungan suara berjenjang. Hasil quick count yang diumumkan secara terbuka, kita jadikan sebagai energi positif untuk mengawal proses hingga di KPU RI. Kita cinta perdamaian, kita berjuang untuk tetap damai, namun kita tidak akan diam pada setiap opini, tindakan yang mengganggu keutuhan NKRI, kita akan lawan!

*Juru Bicara Tim Kampanye Provinsi Joko Widodo Ma’ruf Amin Sumatera Utara.

You may also like
DPTHP Pematangsiantar Final
SMPN 9 Binjai Wujudkan Pendidikan Demokrasi
Jelang Pemilu 2019 Kapolres Pimpin Apel Pasukan Keamanan
Memperkuat Partisipasi Masyarakat Demi Pemilu Berkualitas
Komitmen Kebangsaan Djarot Sihar
Tim Siber Polri Kuliti Kelompok Inti Family Muslim Cyber Army

Leave a Reply