Sorotdaerah.com – Gelaran wisuda yang berlangsung di Graha Sepuluh Nopember ITS selama dua hari, mulai Sabtu (14/3), itu seluruh wisudawan hanya berkesempatan menerima ijazah dan langsung berfoto dengan Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng.

Tak mau kecolongan dengan ancaman virus Corona, wisudawan juga diwajibkan memakai hand sanitizer yang telah disediakan oleh panitia sebelum naik ke panggung penerimaan ijazah.

Sekretaris Institut ITS Dr Suhartono SSi MSc beralasan, jika hal tersebut merupakan implementasi dari arahan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) untuk menghindari kontak langsung antar sesama orang, termasuk juga berjabat tangan satu sama lain. “ITS sangat berhati-hati dalam menyikapi persebaran virus Corona ini, apalagi saat ini telah terdeteksi ada di wilayah Indonesia,” ujarnya ditemui di sela prosesi wisuda.

Selain para wisudawan, seluruh orang tua mereka juga diwajibkan memakai hand sanitizer sebelum memasuki tempat berlangsungnya prosesi wisuda. ITS juga telah memberikan imbauan bagi seluruh wisudawan dan orang tua jika ada dari mereka yang sakit, demam, flu, batuk, atau lainnya lebih baik tidak menghadiri kegiatan tersebut.

Sebelum prosesi pun, diberikan pengarahan dan kampanye hidup sehat dengan menampilkan video cara mencuci tangan yang benar agar terhindar dari berbagai macam virus, kuman dan bakteri. Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan semua wisudawan dan undangan yang hadir terbebas dari ancaman virus Corona yang benar-benar mencekam saat ini.

Dosen Departemen Statistika ITS tersebut juga menyatakan, ITS telah berhasil memproduksi sendiri sekitar 1.300 hand sanitizer yang dibagikan secara gratis kepada seluruh wisudawan. Hand sanitizer berhasil dibuat atas kerja keras dari Tim Smart Eco Campus ITS yang bekerja sama dengan Departemen Kimia, Departemen Teknik Lingkungan, dan Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS.

Bahan yang dipilih untuk memproduksi hand sanitizer di antaranya ada etanol 80 persen, hidrogen peroksida 3 persen, gliserol, aquades, daun mint, dan minyak esensial. Bahan dan formula yang dipilih telah sesuai dengan resep dari Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), sehingga kualitasnya dipastikan terjamin.

Soehartono menegaskan kembali jika langkah-langkah tersebut merupakan bukti jika ITS serius dalam menyikapi dampak dari virus Corona saat ini. Harapannya, seluruh elemen ITS bisa ikut berpartisipasi dalam mencegah perkembangan virus Corona dengan berbagai hal kecil. “Jangan sampai terkecoh terhadap informasi yang justru tidak bermanfaat,” tandasnya mengingatkan.

Pada wisuda ke-121 kali ini, sebanyak 1.279 mahasiswa dari jenjang diploma, sarjana, magister, dan doktoral mengikuti prosesi wisuda. Dari jumlah tersebut, sebanyak 245 mahasiswa berhasil lulus dengan predikat cumlaude pada wisuda semester ganjil ini.
Wisudawan doktor terbaik diraih oleh Muhammad Al Muttaqii dari Program Studi (Prodi) Doktor Teknik Kimia dengan IPK 4 dan meraih predikat cumlaude.

Selanjutnya, wisudawan terbaik magister diraih oleh Endah Setyowati dari Prodi Magister Statistika dengan IPK 4 dan meraih predikat cumlaude. Wisudawan terbaik program sarjana diraih oleh Natasha Valentina Santoso dari Prodi Teknik Informatika, dengan IPK 3,95 dan meraih predikat cumlaude. Sedang wisudawan terbaik sarjana dari Program Bidikmisi diraih Agung Firmana dengan IPK 3.92 dari prodi Teknik Mesin. (Redaksi)

Tentang Admin

Redaksi

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan