Mengantisipasi penyebarluasan wabah, sekaligus menekan angka korban terjangkit virus corona, Mendikbud menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Pembelajaran daring menjadi alternatif terbaik.

Bagi banyak guru dan satuan pendidikan, menerapkan PJJ bukan perkara mudah. Banyak sekali guru yang merasakan tantangan ini. Menurut Abdul latief, tidak ada lagi alasan guru-guru untuk menolak revolusi yang dihadirkan Covid-19. Merdeka belajar harus disikapi secara revolusioner pula.

Latief mengatakan di zaman abad 21 bahkan sebelum pandemi datang, guru harus mampu menggunakan teknologi untuk mendukung pembelajaran. “Mau atau tidak mau, suka atau tidak, guru harus menguasai teknologi untuk pemanfaatan media pembelajaran. Meski sulit di awal, tetapi guru bisa mengaplikasikannya, asal mau belajar,” kata Latief dalam webinar bertajuk Guru di Atas Garis, via aplikasi Zoom, Sabtu (1/8).

Kemauan guru untuk belajar, menurut Latief harus terus diasah setiap hari. Latihan terus menerus selain mempercakap guru juga membangun kebiasaan yang baik bagi pendidik.

Tetapi tidak hanya penguasaan teknologi, persoalan pendidikan menurut guru besar Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Dr. Albiner Siagian adalah soal humanisme.

Sekalipun guru menguasai pemanfaatan teknologi, tetapi jika tidak ada sisi humanisme yang mengabaikan diri mereka sebagai manusia yang peduli terhadap manusia. Yang menjadikan manusia menjadi manusia, maka pendidikan tidak ada gunanya. “Guru melayani bangsa dengan pencerdasan masyarakat,” imbuh Albiner (LS).

Tentang Admin

Redaksi

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan