Home > Pendidikan > Program Kewira Usahaan, Mahasiswa Unimed Ikuti Carrier and Business Coach

Program Kewira Usahaan, Mahasiswa Unimed Ikuti Carrier and Business Coach

Sorotdaerah.com – Ratusan mahasiswa Unimed mengikuti sosialisasi proposal Program Kewirausahaan Mahasiswa (PMW) di bidang Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) tahun 2019 di Ruang VIP Lt. IV Gedung Digital Library Unimed, Kamis (25/4).

Seminar ini menghadirkan Drs. Ismet Yus Putra, MM (Kasubdit Kesejahteraan dan Kewirausahaan Direktorat Kemahasiswaan Ditjen Belmawa -Kemristekdikti) dan Nurhadi Irbath, CEC, LCCC (Entrepreneur/ Carrier and Business Coach) sebagai narasumber workhop rencana bisnis.

Workhop rencana bisnis ini bertujuan agar mahasiswa mampu merancang rencana bisnis yang baik dimulai dengan memahami noble purpose dan dapat menjelaskan pelanggan, produk, delivery, strategi manajemen SDM serta strategi keuangan.

Acara ini bertujuan mendorong mahasiswa untuk mengajukan proposal Program Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (PMWI) di bidang Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) tahun 2019. Adapun tujuan program Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia adalah menumbuhkan karakter wirausaha untuk mengembangkan usaha didukung dengan modal yang diberikan dengan pendampingan secara terpadu dan menumbuhkembangkan wirausaha baru kreatif yang inovatif berbasis Iptek.

Pardomuan Nauli Josip Mario Sinambela, M.Pd selaku Ketua Pelaksana mengatakan kegiatan ini diikuti oleh 250 orang mahasiswa dari seluruh fakultas di Unimed. Tahapan yang dilakukan yaitu sosialisasi PMW KBMI, pengusulan proposal diawali dengan penyiapan proposal program KBMI oleh mahasiswa bersama dosen pendamping yang mengacu kepada kategori yang sudah ditetapkan yaitu industri makanan dan minuman, industri jasa dan perdagangan, industri teknologi, industri kreatif atau industri produksi/budidaya.

Berikutnya proposal diseleksi dan dievaluasi, proposal yang lulus kemudian diberikan modal usaha, kemudian pelaksanaan dan pendampingan PMW, melakukan monitoring dan evaluasi. “Nantinya, peserta yang lolos dan terbaik akan mengikuti KMI Expo di Politeknik Batam,” ujar Pardomuan.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. Sahat Siagian, M.Pd menyampaikan menjadi enterpreneur tidaklah gampang, karena harus memiliki kekuatan mental yang baik, pantang menyerah, seorang yang gigih, berani mengambil resiko dan tidak pernah takut gagal. “Kita mengundang narasumber dari Kasubdit Kesejahteraan dan Kewirausahaan Dirjen Belmawa dan Carrier Business Coach yang handal,” imbuhnya.

Prof. Sahat Siagian berharap kegiatan ini memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap atau jiwa wirausaha (entrepreneurship) kepada para mahasiswa agar dapat mengubah pola pikir (mindset) dari pencari kerja (job seeker) menjadi pencipta lapangan pekerjaan (job creator) serta menjadi calon/pengusaha yang tangguh dan sukses menghadapi persaingan global.”

Pada paparannya, Ismet Yus Putra mengatakan kebanyakan masyarakat Indonesia lebih nyaman menjadi seorang pekerja dan karyawan. Hanya sedikit masyarakat yang mau berwirausaha dikarenakan tututan keluarga yang memerlukan penghidupan yang lebih jelas, tidak berani mengambil resiko dan takut akan kegagalan. Dari 267 juta masyarakat Indonesia hanya 3,24 persen yang memilih untuk berwirausaha. Sebanyak 6,6 juta pengangguran Indonesia membutuhkan lapangan kerja. Wirausaha adalah salah satu solusi untuk mengurangi pengganguran di Indonesia. Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia ini bertujuan menumbuhkan karakter wirausaha untuk mengembangkan usaha didukung dengan modal yang diberikan dengan pendampingan secara terpadu dan menumbuhkembangkan wirausaha baru kreatif yang inovatif. “Produk kreatif yang inovatif harus memiliki tiga syarat yaitu lebih murah, lebih mudah dan lebih bermanfaat Sehingga nantinya, usaha yang dikembangkan memiliki nilai lebih dan berdaya saing,” jelasnya.

Sementara Nurhadi Irbath mengatakan menghadapi era revolusi Industri 4.0, mindset wirausaha mahasiswa harus memiliki kompetensi digital, big data dan social network. Sehingga usaha yang kita bangun, lebih mudah diakses dan diminati banyak orang. Kita lihat di tahun 2019, pengguna internet dan social media meningkat drastis dari tahun ke tahun.

“Ini merupakan peluang bagi kita untuk memasarkan dan juga mengembangkan usaha produk maupun jasa. Perkembangan teknologi saat ini, menuntut mahasiswa untuk memiliki jiwa kreatif, inovatif dan produktif,” pungkasnya. (Red)

You may also like
Mahasiswi Unimed 3 Hari Tak Kunjung Pulang
Kasus Penghinaan Nabi Muhammad SAW Yang Dilakukan Mahasiswa, Jadi Pelajaran
Menghina Nabi Muhammad SAW Pakai Bahasa Batak Lewat Postingan Facebook, Mahasiswa Unimed Diciduk Polrestabes
Berkat Jengkol Spray, Mahasiswa Unimed Menangkan Kompetisi Inovasi Teknologi Tingkat Dunia
Pulang Kuliah, Mahasiswi Unimed Dijambret
Ilham Kecewa Berat Di-Drop Out

Leave a Reply